Info CPNS

CPNS Kejaksaan vs Kemenkumham: Beda Formasi, Syarat Usia, dan Tinggi Badan

Kejaksaan buka 9.694 formasi dan Kemenkumham 9.070 di CPNS 2024. Bedanya ada di jabatan andalan serta syarat usia, IPK, dan tinggi badan.

T
Tim PintuASN30 September 2026
๐Ÿ“– 5 menit baca๐Ÿ‘ 7 views
CPNS Kejaksaan vs Kemenkumham: Beda Formasi, Syarat Usia, dan Tinggi Badan

Kalau kamu lulusan hukum, atau lulusan SMA yang ingin jadi PNS, dua nama ini hampir pasti ada di daftar incaranmu: Kejaksaan RI dan Kemenkumham. Perbandingan CPNS Kejaksaan vs Kemenkumham menarik karena di seleksi CPNS 2024 keduanya membuka formasi dalam jumlah yang hampir sama, yaitu 9.694 kursi di Kejaksaan dan 9.070 kursi di Kemenkumham. Angkanya mirip, tapi begitu dibedah, siapa yang dicari dan syaratnya ternyata jauh berbeda.

Per 30 September 2026, pendaftaran CPNS 2026 belum dibuka dan pemerintah masih menyusun kebutuhan ASN. Karena itu, data resmi CPNS 2024 jadi patokan paling masuk akal untuk menebak pola formasi berikutnya. Artikel ini membandingkan keduanya dari jumlah formasi, jabatan andalan, sampai syarat khusus seperti usia, IPK, dan tinggi badan, supaya kamu bisa menimbang mana yang lebih cocok dengan ijazah dan kondisimu.

Sama-sama 9 Ribuan Formasi, tapi Komposisinya Beda

Menurut pengumuman resmi Kejaksaan Agung Nomor PENG-11/C/Cp.2/08/2024, Kejaksaan membuka 9.694 formasi CPNS 2024. Rinciannya 8.995 formasi umum, 271 cumlaude, 215 putra/putri Papua dan Papua Barat, 194 disabilitas, dan 19 putra/putri Kalimantan. Penempatannya tersebar di Kejaksaan Agung, 34 Kejaksaan Tinggi, dan Rumah Sakit Adhyaksa.

Kemenkumham, dikutip dari detikSulsel dan CNBC Indonesia (20/8/2024), membuka 9.070 formasi. Sebanyak 8.864 di antaranya formasi umum, 182 untuk penyandang disabilitas, dan 24 untuk putra/putri Kalimantan. Selisih totalnya hanya sekitar 600 kursi. Perbedaan yang sebenarnya baru kelihatan saat kamu melihat jenjang pendidikan yang paling banyak dicari.

Formasi CPNS Kejaksaan: Jaksa dan Lulusan D3 Jadi Andalan

Jabatan terbesar di Kejaksaan adalah Jaksa Ahli Pertama dengan 2.000 kursi, khusus lulusan S1 Hukum atau Ilmu Hukum. Setelah itu ada Pengelola Penanganan Perkara (1.489 kursi) dan Arsiparis Terampil (982 kursi), dua jabatan untuk lulusan D3. Lulusan SMA juga punya tempat lewat formasi Penjaga Tahanan, tapi jumlahnya hanya 948 kursi.

Di luar itu, Kejaksaan membuka banyak jabatan S1 non-hukum, misalnya Penilai Pemerintah (589 kursi), Perencana (574), Arsiparis Ahli Pertama (569), dan Pranata Komputer (500). Ada juga tenaga kesehatan untuk Rumah Sakit Adhyaksa seperti dokter, dokter gigi, apoteker, perawat, dan bidan. Jadi, meski identik dengan jaksa, Kejaksaan sebenarnya terbuka untuk cukup banyak jurusan.

Formasi CPNS Kemenkumham: Mayoritas untuk Lulusan SMA

Kemenkumham punya pola yang berkebalikan. Dari 9.070 formasi, 7.214 kursi atau hampir 80 persen disediakan untuk lulusan SMA/sederajat. Isinya dua jabatan: Penjaga Tahanan sebanyak 4.178 kursi dan Pemeriksa Keimigrasian Pemula sebanyak 3.036 kursi, menurut CNBC Indonesia dan Kompas.com.

Lulusan S1 hukum tetap punya peluang, misalnya lewat Analis Hukum (218 kursi) dan Perancang Peraturan Perundang-undangan (273 kursi). Hanya saja, jumlahnya jauh di bawah 2.000 kursi jaksa di Kejaksaan. Ada juga formasi D3 kesehatan seperti perawat dan bidan, serta 5 kursi S2 untuk Widyaiswara.

Satu hal yang perlu kamu ingat: sejak 21 Oktober 2024, Kemenkumham dipecah menjadi tiga kementerian, yaitu Kementerian Hukum, Kementerian HAM, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Artinya, kalau formasi penjaga tahanan dan pemeriksa keimigrasian dibuka lagi, kemungkinan besar pengadaannya lewat Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, bukan Kementerian Hukum. Ini masih perkiraan, jadi tetap tunggu pengumuman resmi di SSCASN.

Adu Syarat: Usia, IPK, dan Tinggi Badan

Di sinilah perbedaan paling terasa. Kejaksaan memasang syarat yang ketat khusus untuk Jaksa Ahli Pertama. Berdasarkan pengumumannya, pelamar jaksa formasi umum wajib memenuhi hal berikut:

Untuk jabatan Kejaksaan lain, batas usianya lebih longgar, yaitu maksimal 35 tahun, dengan IPK minimal 2,75. Syarat tinggi badan 160 cm (pria) dan 155 cm (wanita) juga berlaku di formasi Penjaga Tahanan.

Kemenkumham memakai batas usia 18 sampai 35 tahun dan IPK minimal 2,75 untuk semua jenjang. Tantangannya ada di tinggi badan untuk formasi SMA: minimal 163 cm untuk pria dan 158 cm untuk wanita. Angka ini lebih tinggi 3 cm dibanding syarat penjaga tahanan di Kejaksaan, jadi jangan sampai kamu baru sadar setelah mendaftar.

Cara Memilih yang Cocok Buat Kamu

Kalau kamu lulusan S1 Hukum, usia masih di bawah 27 tahun, belum menikah, dan IPK minimal 3,00, formasi jaksa layak jadi pilihan pertama karena kuotanya paling besar. Jangan lupa siapkan sertifikat TOEFL jauh hari, karena skor minimal 450 sudah diminta sejak tahap pendaftaran. Kalau salah satu syarat itu tidak terpenuhi, jabatan S1 lain di Kejaksaan atau Analis Hukum di kementerian hukum masih bisa kamu lirik.

Kalau kamu lulusan SMA, peluang terbesar ada di formasi penjaga tahanan dan pemeriksa keimigrasian, yang dulu dibuka Kemenkumham dengan total lebih dari 7.000 kursi. Pastikan tinggi badanmu memenuhi syarat dan jaga kondisi fisik, karena formasi ini menuntut postur tertentu. Lulusan D3 sebaliknya lebih banyak diuntungkan di Kejaksaan lewat Pengelola Penanganan Perkara dan Arsiparis Terampil.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Melamar

Kesalahan paling umum adalah tidak membaca syarat khusus per jabatan. Banyak pelamar hanya melihat batas usia umum 35 tahun, padahal untuk jaksa batasnya 27 tahun. Kesalahan lain adalah salah memilih nama prodi. Kejaksaan misalnya hanya menerima "S-1 Hukum" atau "S-1 Ilmu Hukum" untuk jaksa, jadi cek dulu apakah nama prodi di ijazahmu termasuk.

Yang juga sering terlupa adalah akreditasi. Di Kejaksaan, syarat akreditasi kampus dan prodi dihitung pada saat kamu lulus, bukan akreditasi hari ini. Siapkan bukti akreditasi yang berlaku saat kamu lulus supaya berkas tidak dianggap tidak memenuhi syarat.

Jadi, Apa yang Harus Kamu Lakukan Sekarang?

Selagi CPNS 2026 belum dibuka, gunakan waktu ini untuk mencocokkan diri dengan syarat di atas: cek usia, IPK, akreditasi, tinggi badan, dan sertifikat bahasa Inggris. Kalau ada yang kurang, misalnya skor TOEFL, kamu masih punya waktu untuk mengejarnya. Jumlah dan syarat formasi bisa berubah di seleksi berikutnya, jadi anggap data 2024 ini sebagai gambaran awal.

Apa pun instansi pilihanmu, semuanya tetap harus lewat SKD dulu. Mulai biasakan diri dengan soal TWK, TIU, dan TKP lewat tryout SKD di PintuASN. Kalau kamu penasaran dengan jalur cumlaude dan formasi khusus lain yang juga dibuka Kejaksaan, baca juga ulasan 6 formasi khusus CPNS.

Sumber

#cpns kejaksaan#cpns kemenkumham#formasi cpns#syarat cpns#jaksa#cpns 2026

Siap Latihan SKD CPNS Sekarang?

Coba simulasi tryout gratis yang 99% mirip sistem BKN. Analitik mendalam, ranking nasional, dan roadmap belajar terstruktur.

๐ŸŽฏ Coba Gratis Sekarang